PINGIN POLIGAMI… !?

poligamiSahabat tulisan ini bukan suatu pembenaran yang mutlak, karena yang benar hanya milik Alloh semata, tapi hanya sebuah pendapat yang butuh diuji kebenarannya, dalam forum diskusi.

“dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka KAWININILAH WANITA-WANITA (LAIN) YANG KAMU SENANGI : DUA, TIGA ATAU EMPAT. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (KAWINILAH) SEORANG SAJA, atau BUDAK-BUDAK YANG KAMU MILIKI. YANG DEMIKIAN ITU ADALAH LEBIH DEKAT KEPADA TIDAK BERBUAT ANIAYA.” (QS.An Nisaa’ 4:3)

kebanyakan dari kita kaum laki-laki melihat “KAWININILAH WANITA-WANITA (LAIN) YANG KAMU SENANGI : DUA, TIGA ATAU EMPAT.” untuk alasan berpoligami.
tapi kita lupa melihat kelanjutan ayatnya
“Maka (KAWINILAH) SEORANG SAJA, ATAU BUDAK-BUDAK YANG KAMU MILIKI. YANG DEMIKIAN ITU ADALAH LEBIH DEKAT KEPADA TIDAK BERBUAT ANIAYA.”

dengan kata lain kawin dua, tiga atau empat itu LEBIH DEKAT KEPADA MENGANIAYA. Istri pertama teraniaya bahkan juga Istri kedua juga teraniaya.
Meski menurut  kita sudah berperilaku adil, tapi keadilan dunia itu relatif dari sudut mana  kita melihatnya, misal menurut istri pertama suami sudah berlaku adil tapi belum tentu sama dengan istri ke dua, tiga dan seterusnya.
Padahal Alloh tidak suka kepada orang-orang yang berbuat  aniaya, baik menganiaya diri sendiri apalagi menganiaya orang lain.

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, Maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan ALLAH TIDAK MENYUKAI ORANG-ORANG YANG BERBUAT ANIAYA.”
(QS. Ali Imran 3:57)

Coba lihat & cermati alur cerita ayat-ayat QS. An Nisaa’ 4: 2,3,4,5,6
Ternyata ayat yang sering dijadikan dasar untuk berpoligami itu adalah ayat-ayat perlindungan kepada anak-anak yatim. Dan  himbauan kepada laki-laki, agar kita mengangkat martabat budak-budak wanita yang ter-aniaya, sebagai istri.
Tidak habis pikir, kenapa ayat-ayat yang bernuansa perlindungan kepada anak yatim dan budak ini lantas diambil sebagian dan berubah menjadi ayat perintah POLIGAMI. Meskipun diembel-embeli dengan syarat bisa berlaku adil. “Boleh berpoligami asal bisa berlaku adil.”
Begitu alasan yang sering kita dengar.

Sekarang lihat ayat ini:
“dan KAMU SEKALI-KALI TIDAK AKAN DAPAT BERLAKU ADIL DIANTARA ISTERI2(MU), WALAUPUN KAMU SANGAT INGIN BERBUAT DEMIKIAN, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisaa’ 4:129)

Nah lho khan… hehehe, kata ALLOH suami tidak akan dapat berlaku adil terhadap isteri-isterinya, meskipun suami sangat ingin dan berusaha untuk adil. Sedikit saja istri merasa teraniaya karena ketidak adilan suami, akan berbuah dosa yang didapatkan suami.

Bagaimana, masih ingin berpoligami..? atau mengikhlaskan suami untuk berpoligami.. ?
Perhatikan ayat ini:
“Hai orang2 yg beriman, PELIHARALAH DIRIMU & KELUARGAMU DARI API NERAKA….” (QS. At Tahrim 66:6)

Para suami jangan biarkan dirimu berbuat aniaya terhadap istrimu yang lain yang membuat dirimu jauh dari surga.

Dan para istri pelihara suamimu dari berbuat aniaya, jaga pula dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Lengkapi literatur bacaan kita tentang sejarah kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW, bahwa bukti perkawinan poligami Nabi untuk penyelesaian masalah sosial. Bukan alasan daripada berbuat zinah atau nafsu sex belaka.  Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, itupun usianya terpaut lebih tua dari Nabi, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.
Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama bermonogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Dan disaat itu Nabi adalah saudagar yang kaya raya. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau.
Dalam kitab Ibn al-Atsir, poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial (lihat pada Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 108-179). Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi  Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.

Wallahu a’lam bishshawab, semoga bermanfaat.

2 thoughts on “PINGIN POLIGAMI… !?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s