SEBUAH PEMIKIRAN

beningSetiap orang mampu untuk melakukan pekerjaannya sepanjang hari sesulit apapun pekerjaan itu, dan setiap orang mampu untuk hidup bahagia sepanjang hari. Inilah hidup.
Kehidupan kita itu hanya sehari saja, kemarin telah pergi dan esok belumlah datang.
Anak kecil mengatakan, kelak aku menjadi remaja nanti aku akan…, sedang yang remaja mengatakan, ketika nanti aku menjadi seorang dewasa, aku akan menikah, dan seterusnya…

Namun apa yg terjadi setelah pernikahan itu? Apa yg terjadi setelah semua fase itu terlewati? Pikiran-pikiran yang pernah ada itupun berubah. Dan pikiran-pikiran itu selalu mengikuti apa yang akan terjadi nanti.

Dan ketika kita sudah benar-benar tua, kita seringkali melihat kebelakang, menyadari telah kehilangan kehidupan yang telah lewat, tanpa merasakannya walau sedetikpun. Masa anak-anak, remaja, dewasa, dan menjadi tua. Kita baru mau belajar, ketika kesempatan yang pernah ada itu sudah terlepas, bahwa kehidupan itu harus dirasakan dalam setiap detik, setiap jaman dari kehidupan kita sekarang ini.

Demikian pula kita yang selalu mengatakan, “….saya akan melakukan taubat.”

Seorang ulama mengatakan, “Saya mengingatkanmu tentang perkataan ‘akan…’, sebab kata itu sudah banyak mencegah terjadinya kebaikan dan menunda dilakukannya perbaikan.”

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” QS. Al-Hijr : 3

Meski kita memiliki tingkat kecerdasan yang lebih baik dan pengetahuan yang luas, kebanyakan dari kita belum tahu hikmah dibalik penciptaan diri. Kita belum bisa mengambil petunjuk Allah yang dibawa oleh utusan-Nya.

“Dan, barangsiapa tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya.” QS. An-Nur : 40

“Sesungguhnya Kami telah menunjukkan jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada yang pula yang kufur.” QS. Al-Insan : 3

Pikirkanlah sahabat, hari ini tidak akan pernah muncul kembali.

“Shalatlah seperti shalatnya orang yang tidak akan pernah kembali lagi.” Al-Hadits.

Kita tanamkan keyakinan bahwa hari kehidupan saat ini adalah hari terakhir, maka kita selalu perbaruhi taubat, selalu lakukan amalan terbaik, lebih taatlah kepada Rabb dan senantiasa mengikuti Rasul-Nya.

Ingatlah hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi yang telah lewat, yang lalu telah berlalu dan tidak akan bisa terulang kembali, esok hari hanyalah bayangan yang penuh pengharapan.
Hari ini milik kita, kita harus selalu hidup bahagia, dengan segala kebaikan dan manfaat. Menyesali masa lalu tidak akan bisa merubah masa yang lalu itu menjadi baik, sekarang lakukan yang terbaik untuk hari ini.

Wallahu a’lam bishshawab, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s