BERDOA DAN BERSYUKUR

bersyukurINI bukan soal salah atau benar. Tapi soal SIKAP DALAM HATI di hadapan Allah, antara orang yang ‘senang meminta’ dan ‘senang bersyukur’. Yang senang meminta, sedang menghadirkan ‘kesempitan hidup’ ke dalam jiwanya. Sedangkan yang senang bersyukur, sedang menghadirkan ‘kelapangan hidup’.

Apalagi, TERKABULNYA sebuah PERMINTAAN dalam Doa itu ternyata banyak SYARATNYA. Yaitu:

  1. hanya jika meminta kepada Allah,
  2. hanya bagi yang memenuhi segala perintah-Nya,
  3. hanya bagi yang beriman kepada-Nya,
  4. masih ditambah, mudah-mudahan sudah benar prosesnya. Yang demikian itu diceritakan dalam ayat berikut ini.
“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku MENGABULKAN permohonan orang yang berdoa APABILA ia memohon (hanya) kepada-Ku, maka HENDAKLAH mereka itu MEMENUHI (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka BERIMAN kepada-Ku, MUDAH-MUDAHAN mereka berada dalam (proses) yang benar.” (QS. Al Baqarah (2): 186)
 
ORANG yang berdoa meminta sehat, berarti dia kurang sehat. Meminta kaya, berarti kurang kaya. Meminta ilmu berarti kurang ilmu. Meminta bahagia, berarti kurang bahagia. Semakin sering dia berdoa meminta segala sesuatu, ia akan terus berada dalam ‘kekurangan’ segala sesuatu… :(Sebaliknya, orang yang bersyukur tentang kesehatan ia berarti telah menikmati ‘sehat’. Orang yang mensyukuri kekayaannya ……telah menikmati ‘hidup kaya’. Yang mensyukuri ilmu, berarti telah menikmati ‘ilmu’. Yang mensyukuri kebahagiaannya, telah menikmati ‘hidup bahagia’. Semakin banyak mensyukuri segala sesuatu, berarti dia telah menikmati segala-galanya… :)
BANDINGKAN dengan orang yang bersyukur. Allah tidak menuntut persyaratan apa pun. Bahkan langsung memberikan JAMINAN. Bahwa barangsiapa bersyukur, Allah PASTI akan menambah kenikmatan atas apa yang disyukurinya itu. Pokoknya, pandai bersyukur, pasti dapat nikmat..! Ga pakai minta, atau ‘nyuruh’, apalagi ‘mendikte’ segala …😦
“Dan ketika Tuhanmu menginfomasikan: “SUNGGUH jika kamu bersyukur, PASTI Kami TAMBAH (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (kufur), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim (14): 7 )
 
Hmm.., jadi BERSYUKUR itu sebenarnya adalah sebentuk DOA dengan kemustajaban yang sangat tinggi. Jauh lebih mustajab dibandingkan dengan cara meminta-minta. Meskipun, tentu saja, semua itu boleh-boleh aja. Lha wong yang mengabulkan doa itu bukan saya, tapi DIA…🙂
 
Hmm.., begitu sederhananya hidup ‘berkelimpahan’ penuh dengan ‘kesehatan, kekayaan, keilmuan, kebahagiaan, dan segala-galanya’ itu. Kalau begitu, apakah nggak usah berusaha? Cukup bersyukur saja? Apa ya bisa maju, kalau begitu caranya? Hehehe, lha untuk memperoleh semuanya itu kan sebelumnya dia pasti sudah berusaha toh ya…🙂
 
Wallahualam bissawab, dan Allah Yang Maha Tahu sesungguhnya.
Semoga bermanfaat.
 

One thought on “BERDOA DAN BERSYUKUR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s