MAN JADDA WAJADA

manjaddah wajaddahAda ungkapan Arab yang terkenal di kalangan pesantren yaitu “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, ”-where there is a will there is a way !” , juga terkenal di masyarakat kita pepatah “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada Jalan “.Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

Langkah selanjutnya ialah kita harus membumikan Man Jadda Wajada, Continue reading

MENJAGA LISAN

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداًmenjaga lisan

70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً

71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS. 33 Al Ahzab)

” Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik, benar, jujur, sopan kalau tidak diam.” (Hadits)

Nilai kwalitas seseorang bisa diketahui dari Baca Selengkapnya

MAAFKANLAH ORANG YANG BERBUAT SALAH

saling memaafkanHarga hukuman (qishash) yang paling mahal adalah yang harus dibayarkan oleh seorang pendendam dan pendengki saat ia mendengki orang lain. Pasalnya, ia harus membayar semua itu dengan hati, daging, darah, perasaan, kedamaian, ketentraman, dan kebahagiaannya. Maka, betapa meruginya seorang pendengki.
Allah telah mengabarkan kepada kita tentang obat dan penyembuhan dari penyakit ini,

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali Imran 3:133)
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

ANAKMU BUKAN ANAKMU

anak-anakPendidikan itu ditujukan untuk kepentingan siapa? Apakah untuk kepentingan anak, kepentingan orangtua, kepentingan pasar tenaga kerja, atau kepentingan siapa?

Semua kita hampir selalu menjawab bahwa pendidikan itu untuk kepentingan anak-anak. Agar mereka bahagia di hari tuanya, agar mereka terjamin masa depannya, agar mereka berhasil, dan jawaban-jawaban lain yang semacam itu. Tetapi ketika kita sudah berada di lapangan, terkadang pertimbangan praktis begitu kuat membelit kita, sadar atau tak sadar. Dan terkadang kita lupa bertanya kepada anak: Apakah mereka menginginkannya?Apakah mereka menyukainya?

Baca Selengkapnya

BERDOA DAN BERSYUKUR

bersyukurINI bukan soal salah atau benar. Tapi soal SIKAP DALAM HATI di hadapan Allah, antara orang yang ‘senang meminta’ dan ‘senang bersyukur’. Yang senang meminta, sedang menghadirkan ‘kesempitan hidup’ ke dalam jiwanya. Sedangkan yang senang bersyukur, sedang menghadirkan ‘kelapangan hidup’.

Apalagi, TERKABULNYA sebuah PERMINTAAN dalam Doa itu ternyata banyak SYARATNYA. Yaitu:

  1. hanya jika meminta kepada Allah,
  2. hanya bagi yang memenuhi segala perintah-Nya,
  3. hanya bagi yang beriman kepada-Nya,
  4. masih ditambah, mudah-mudahan sudah benar prosesnya. Yang demikian itu diceritakan dalam ayat berikut ini. Baca Selengkapnya

MANUSIA MAKHLUK IBADAH

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِbekerja adalah ibadah

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Qs. Adz-dzariat 51:56)

Begitulah tujuan Allah SWT menciptakan kita, disetel sebagai makhluk yang beribadah.

Dalam sebuah bukunya Muhammad Quthb menuliskan: “Perasaan seorang muslim dalam perjalanan mencari rizki, mencari ilmu, mengupayakan kemakmuran bumi dan setiap aktivitas fisik, akal dan jiwanya adalah (bisa bernilai) ibadah. (Nilai) Ibadah yang dilaksanakan dengan keikhlasan yang sama dengan keikhlasan untuk melaksanakan (ibadah) shalat.” Continue reading

KENAPA ALLAH MESTI ‘MEWAJIBKAN’ IBADAH

makhluk ibadahKetika mendengar kata ’kewajiban’, seringkali kita merasa ’tertekan’. Atau ’terpaksa’. Dan muncul ’keengganan’ pada tingkat tertentu untuk menjalankan perintah itu. Sebaliknya ketika mendengar kata ’dilarang’, kita jadi merasa ingin tahu. Dan ketika mendengar kata ’dibolehkan’, hati kita malah merasa ’biasa-biasa’ saja. Ternyata kita telah salah kaprah dalam memahami ’kecintaan’ Allah kepada hamba-Nya.

Ketidakmengertian menyebabkan kita berbuat salah kaprah. Bahkan dalam menjalankan ibadah. Baik kita sadari maupun tidak. Perasaan enggan ketika kita mendengar sebuah ’kewajiban’ adalah salah satu dari ketidakmengertian itu. Baca Selengkapnya

BERTANYA TENTANG TUHAN

allah swtBanyak orang berbicara tentang eksistensi Tuhan dengan menggunakan sudut pandang makhluk. Sehingga hasilnya bukan Tuhan, melainkan tetap makhluk. Pemikiran filsafat tidak pernah menemukan Tuhan dalam arti yang sesungguhnya, karena ia hanya berputar-putar dalam sudut pandang kemanusiaan atau makhluk belaka.

Pertama, Islam berbicara tentang Tuhan dalam sudut pandang yang lebih menyeluruh, keluar dari kemakhlukan. Bahwa Tuhan adalah ‘Sesuatu’ yang tidak serupa dengan makhluk apa pun. Sehingga setiap apa pun yang bisa dipersepsi oleh manusia, bukanlah Tuhan. DIA berada dalam wilayah ‘ketidaktahuan’ kita sebagai makhluk. Selama kita masih tahu tentang ‘dia’, maka itu bukanlah DIA. Baca Selengkapnya

AL QUR’AN MENJAWAB

Al Qur'anKita sering bertanya dan Al Qur’an telah menjawabnya seribu tahun yang lalu

1. Kita bertanya:  Mengapa aku di uji?
Al Qur’an menjawab:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,”Kami telah beriman”, sedangkan mereka tidak diuji?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
[QS Al-Ankabut : 2-3]

2. Mengapa ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,”
[QS Al-Baqarah : 286]

3. Mengapa aku tidak mendapat sesuai dengan keinginan? Baca Selengkapnya

RAMADHAN

ramadhanSemua amal anak Adam dapat dicampuri hawa nafsu kecuali Shaum (puasa). Maka sesunguhnya shaum itu untuk-KU dan AKU (Allah SWT) sendiri yang akan membalas (H.R Bukhari Muslim).
Pernahkah Anda melihat seekor ulat bulu ? Bagi kebanyakan orang ulat bulu menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat bulu ini ternyata tidak lama. Pada saat nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masuk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud yang lain, ia menjelma menjadi seekor kupu – kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu – kupu dengan sayap yang beraneka hiasan indah? Continue reading